Selasa, 19 Maret 2019

BUKTI KALAU KITA TINGGAL di UNIVERSE ke 7


Multiverse (Paralel Universes)

Menurut para Ilmuwan (scientist) menyebutkan bahwa Alam Semesta/Universe itu ada 7 lapis. Dan kita tinggal dilapis yang ke 7 (lihat gambar Multiverse).

Menurut Leibniz Ahli Matematika dan Modern Philosopher, dunia yang sebenarnya adalah yang terbaik dari semua dunia yang mungkin. Dia menguraikan argumen sederhana untuk kesimpulan ini dalam The Monadology, §§53-55. Argumennya sebagai berikut:

1. Tuhan memiliki gagasan tentang banyak alam semesta tanpa batas.
2. Hanya satu dari alam semesta ini yang benar-benar dapat eksis.
3. Pilihan Tuhan tunduk pada prinsip alasan yang cukup, yaitu, Tuhan memiliki alasan untuk memilih satu hal atau yang lain.
4. Tuhan itu baik.
5. Oleh karena itu, alam semesta yang dipilih Tuhan untuk ada adalah yang terbaik dari semua dunia yang mungkin.
-Leibniz mengusulkan bahwa alam semesta dioptimalkan dalam setiap detail oleh Tuhan.
  Bahwa kita hidup di dunia terbaik dari semua yang mungkin.
Leibniz bersikeras bahwa dunia yang mungkin ada, murni dalam pikiran Tuhan, yang memilih salah satu dari mereka untuk keberadaan sejati (Leibniz insisted that the possible worlds exist purely in the mind of God, who selects one of them for true existence).
Leibniz
Apakah alam semesta kita hanya satu dari miliaran?
Bukti keberadaan 'Multiverse' terungkap untuk pertama kalinya oleh peta kosmik.

  • Para ilmuwan mempelajari data radiasi yang dikumpulkan oleh teleskop Planck
  • Anomali klaim menunjukkan tarikan gravitasi dari alam semesta lain
  • Bisa jadi bukti nyata pertama yang mendukung teori kontroversial

Multiverse revealed for the first time by cosmic map

Dan dalam Al-qur'an dan Hadits Dikatakan juga bahwa Allah menciptakan Langit dalam 7 langit berlapis-lapis/bertingkat-tingkat.

Dan dimanakah kita tinggal ?

Kalau kita memperhatikan hadits dibawah ini, kita bisa menyimpulkan bahwa kita tinggal dilangit ke 7.

Inilah bunyi hadits itu :

"Ketika Allah telah selesai menjadikan alam semesta beserta isinya, lalu Allah membuat Sangkakala dan meletakkannya di mulut Israfil. Kemudian dikisahkan Israfil selalu menatap kearah 'Arsy, menanti kapan ia diperintahkan untuk meniup sangkakala tersebut."

"Sangkakala memiliki empat cabang, yaitu cabang di Barat dan Timur, dibawah langit ketujuh bagian bawah dan diatas langit ketujuh bagian atas."

Jadi kesimpulannya adalah bahwa Malaikat Israfil di posisi Langit ketujuh dan selalu menatap kearah  'Arsy (diatasnya langit pertama, tempat Allah berada) untuk menunggu perintah meniup Sangkakala.

Seperti tersurat dalam ayat Al-quran ini :
"(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas 'Arsy. (Thaha, 20: 5)"

Menurut Al Qur'an diambil dari beberapa Ayat, juga menyebutkan bahwa Allah menciptakan Langit dalam 7 langit berlapis-lapis/bertingkat-tingkat, seperti dibawah ini :

“Dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikannya tujuh langit”. (Al-Baqarah: 29).

“Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan kepada tiap-tiap langit urusannya”. (Fushshilat: 12)

“Yang telah menjadikan tujuh langit berlapis-lapis”. (AI-Mulk: 3)

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?” (Nuh: 15)

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah”. (Al-Isra: 44)

“Katakanlah. Siapakah yang memiliki tujuh langit dan 'Arasy yang besar”. (Al-Mu’minun: 84)

“Allah-lah Yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi”. (AI-Thalaq: 12)


Menurut para Ahli Islam : Fakhr al-Din al-Razi (1149–1209), ia mengomentari salah satu ayat Qur'an yang mengatakan :

"All praise belongs to God, Lord of the Worlds."  : Semua do'a-do'a adalah milik Tuhan (Allah), yang Maha Kuasa di seluruh Alam Semesta.
Menurut beliau terminologi WORLDS disini bukan Dunia yang kecil ini melainkan Alam Semesta yang 7 Lapis itu (Multiverse/Multiple Universes).

Diperkuat lagi dengan Hadits dibawah ini :

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah saw bersabda, Tuhan kita Subhanahu wa ta’ala setiap malam turun ke Langit Dunia ketika sepertiga malam terakhir, kemudian berfirman, “Barangsiapa berdoa kepadaku, akan aku kabulkan, dan barangsiapa meminta kepadaku, maka akan aku beri, dan barangsiapa memohon ampunanku, maka aku ampuni”. (Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari, begitu juga oleh Imam Muslim, Imam Malik, Imam Tirmidzi dan Abu Dawud, dan dalam riwayat Muslim, dengan tambahan: "Allah turun (di langit dunia) hingga terbitnya fajar.)"

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwasanya Nabi saw bersabda, sesungguhnya Allah tabaaraka wa ta’ala (Maha Memberkati dan Maha Tinggi) memiliki banyak malaikat yang selalu mengadakan perjalanan yang jumlahnya melebihi malaikat pencatat amal, mereka senantiasa mencari majelis-majelis dzikir. Apabila mereka mendapati satu majelis dzikir, maka mereka akan ikut duduk bersama mereka dan mengelilingi dengan sayap-sayapnya hingga memenuhi jarak antara mereka dengan Langit Dunia.

Kata "Langit Dunia"  disini bisa kita simpulkan bahwa di Dunia kita punya satu Langit, yang berarti setiap Dunia/Alam Semesta punya langit sendiri-sendiri.


Sekarang pertanyaannya mengapa dalam gambar Multiverse, langit ke 7 diatas, bukan dibawah yang disebutkan dalam hadits ?

Menurut saya karena mereka menggambarkan dalam ilmu pasti, bahwa sesuatu yang bertingkat seperti Gedung bertingkat, selalu diawali dengan tingkat 1 dahulu, baru kemudian makin keatas makin besar bilangannya.

Karena menurut saya, logika dalam Ilmu Pasti berbeda dengan logika dalam Agama.
Ini contoh sederhananya saja :

- Dalam ilmu pasti bahwa manusia itu mati jika jantungnya sudah tidak berdetak/bekerja lagi.
- Sedang dalam Agama, bahwa manusia itu mati jika sudah tidak ada ruh-nya lagi/setelah ditarik ruhnya oleh malaikat saat sakratul maut.

Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa ilmu pasti biasanya segala sesuatu harus dibuktikan dilaboratorium atau paling tidak dengan teori-teori yang masuk akal, sedangkan yang tidak nampak/ghaib, ilmu pasti tidak bisa menerima itu.

Sedangkan Agama bisa menerima keduanya, yang nyata dan ghaib.

- Contoh sederhananya saja didalam Al-qur'an bahwa manusia terbuat dari setetes mani yang dalam ilmu pasti-pun disebutkan seperti itu.

- Dan manusia itu ditiupkan ruh pada usia Janin 4 bulan, namun ilmu pasti tidak menyebutkan itu, karena ruh adalah ghaib/tidak bisa dibuktikan secara nyata.

Tapi analoginya biasanya nomor 1 itu berada paling atas, oleh karena itu Allah berada diatasnya langit pertama dan diatasnya Surga, yaitu 'Arsy

Ini contoh sederhananya :
- Juara 1 biasanya dipodium paling atas
- Orang nomor 1 biasanya kedudukannya paling atas.
- Negara nomor 1 terbaik selalu berada paling atas dalam daftar negara-negara terbaik
- dst.

Mengapa saya mencoba untuk mencari tahu keadaan Alam Semesta/Universe kita ?
Sebenarnya ada sedikit unsur ketidak sengajaan ketika saya membaca-baca Artikel-artikel yang ada di internet.
Namun ternyata Allah telah menganjurkan kita untuk selalu memikirkan, memahami dan mengambil pelajaran darinya.
Banyak ayat-ayat Al-quran yang menganjurkan untuk orang selalu memikirkan, memahami dan mengambil pelajaran dari Tanda-tanda Kekuasaan Allah ini, inilah salah satunya saya ambil dari Surat An-Nahl :

".............. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan." (Qs. An Nahl: 11)

".............. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami(nya)." (Qs. An Nahl: 12)

"…............ Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran." (Qs. An Nahl: 13)


Jazakumullah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar